KPID Aceh dan Unida teken MoU

Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Iskandar Muda (Unida) Banda Aceh dan Komisi Penyiaran Indonesia(KPI) Daerah Aceh menandatangani akad kesepakatan (MoU) di Aula Fisipol Surien Banda Aceh, Kamis (27/7/2023).

Penandatanganan MoU tersebut masing-masing dilakukan ketua Prodi Ilmu Komunikasi Dr Alwi
dan ketua KPID Aceh Faisal Ilyas.

Prosesi penandatanganan  disaksikan Wakil rektor Dr Bustamam Ali dan Komisioner KPID Acik Nova dan Putri.

Selain akad kerjasama juga menyampaikan materi tentang Literasi Media dengan nara sumber Putri dan Dari Balai Besar POM aceh Dr Efianti Apt. MSi.

Rektor Unida Prof Dr Syafei Ibrahim yang diwakili Warek III Dr Bustamam Ali dalam sambutannya menyambut baik kegiatan Literasi Media dan MoU tersebut. Selain Bustamam ikut memberi sambutan
Ketua KPID Faisal Ilyas.

Peserta diikuti kalangan Mahasiswa dan dosen sekitar 100 orang umumnya mahasiswa Ilmu Komunikasi, demikian tambah Dr. Alwi.

Pakar Komunikasi Bustamam Ali Sebut, Fakta Bisa Jadi Anarkis Kekerasan

Bustamam Ali selaku Wakil Rektor III Universitas Iskandar Muda mengatakan, Audiens harus bijak, pantaskan informasi dishare dan menjadi bacaan atau rujukan kita, karena tidak semua fakta bisa menjadi pesan, fakta bisa menjadi anarkis dan kekerasan,”ungkap Wartawan Senior pada Kegiatan Literasi Media dengan tema”Pengawasan Isi Siaran terhadap Publikasi Obat dan Makanan,” Kamis (27/07/2023) di Aula Fisipol UNIDA, Banda Aceh.

Pengguna Media Sosial harus bisa seleksi pesan yang didapat atau disampaikan, terutama informasi hoaks atau yang memutarkan fakta, terutama iklan obat dan makanan,”tambah Bustami Ali.

Bustamam Ali juga menyebutkan, Literasi media ini diselenggarakan oleh Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Aceh bersama Universitas Iskandar Muda Banda Aceh dan Balai Besar POM Banda Aceh.

Selanjutnya ia katakan, BPOM mengakui bahwa iklan adalah salah satu media yang berpengaruh besar dalam mempengaruhi persepsi masyarakat terhadap obat dan makanan.

Lanjutnya, BPOM berkomitmen untuk memastikan iklan yang beredar di media, baik elektronik maupun cetak, mematuhi regulasi dan standar yang ketat untuk melindungi kesehatan dan keselamatan konsumen.

Selanjutnya Acik Nova, Wakil Ketua KPI Aceh menambahkan, rujukan bisa menjadi tuntunan, informasi bisa didapat dari berbagai kanal dan medium.

KPI Aceh sebagai Wakil publik dalam penyiaran, saat ini wewenang menjamin masyarakat untuk memperoleh informasi yang layak dan benar sesuai syariat islam dan kearifan lokal Aceh.

Terakhir ia katakan, literasi media diikuti 110 Mahasiswa Universitas Iskandar Muda Banda Aceh, turut hadir Hafindar & Evianti (BBPOM Banda Aceh), Faisal Ilyas, dan Putri Nofriza (KPI Aceh) dan Alwi Ibrahim (Prodi Ilmu Komunikasi UNIDA). Kegiatan ini sekaligus Penandatangan Kerjasama Kampus UNIDA Banda Aceh bersama KPI Aceh.

Rektor Unida Ikut Donasi Bantu Masyarakat Atasi Longsor di Kawasan Gunung Jeureula dan Sigeudok

Longsor berat yang sempat melanda kawasan Gunung Jeureula dan Sigeudok, Lamteuba – Kueng Raya, Aceh Besar, beberapa bulan lalu, hingga nyaris terancam putus, ternyata belum juga mendapat respon dari pemerintah, sehingga  akhirnya masyarakat dalam kemukiman Lamteuba, turun tangan bergotong-royong mengatasinya.

Hal tersebut disampaikan Imum mukim Lamteuba Bahrun Yunus, melalui media ini, Senin (24/7)

Menurutnya, karena pihak pemerintah mengabaikan penanganannya, akhirnya masyarakat dalam kemukiman Lamteuba, turun tangan bergotong-royong mengatasinya.

Ia menyebut sudah 5 bulan lebih kondisi jalan di lintasan Krueng Raya- Lamteuba, tersebut longsor parah dan tak mendapat perhatian pemerintah.

Lanjutnya, karena dikhawatirkan bertambah parah dan putusnya hubungan kedua wilayah itu, maka pihaknya sepakat dengan masyarakat delapan gampong bergotong royong memperbaiki.

Longsor di kawasan Gunung Jeureula dan Sigeudok, Lamteuba – Kueng Raya, Aceh Besar.

“Mereka menyewa alat berat untuk memperbaiki jalan tersebut, agar ekonomi dan proses pendidikan serta gerakan sosial lain dapat terpelihara,” ujar Bahrum, didampingi tokoh masyarakat Lereng Gunung Seulawah, Hamdani dan Fakri.

Sementara itu, Rektor Unida Prof Dr Syafei Ibrahim yang memiliki Kampus Alam di Lamteuba, menyatakan rasa bangga atas aksi spontan warga Lamteuba memperbaiki jalan ketika pihak pemerintah merasa lamban dalam penanganannya.

Didampingi warek 3 Dr Bustamam Ali, rektor Unida ikut menjadi donasi dalam gerakan gotong royong tersebut. “Kita minta agar pemerintah segera turun tangan memperbaiki kondisi jalan dikawasan itu yang terancam putus hubungan kedua wilayah itu,” papar Prof Syafei Ibrahim, serius.

Selanjutnya, tokoh masyarakat Lamteuba, Drs Hamdani menambahkan, kemukiman Lamteuba saat ini memiliki penduduk sekitar 8.300 jiwa dalam 8 Gampong, yakni Lamteuba Drou, Blang Tingkeum, Ateuk, Lam Apeng, Meurah, Lambada, Lampante dan gampong Pulo.

“Saat ini Lamteuba memiliki 3 SD, 1 MIN, SMP, dan SMA, serta 6 Peusantren,” tutup Hamdani.

Mahasiswa Prodi PGSD Universitas Iskandar Muda Sabet Tujuh Medali Perak dan Satu Perunggu pada Olimpiade ISSC 2023 Tingkat Nasional

Satu lagi prestasi peserta didik Mahasiswa PGSD Universitas Iskandar Muda Banda Aceh yang berhasil meraih medali di event Indonesia Students Science Competition (ISSC) Tahun 2023 yang diselenggarakan oleh Prestasi Maju Indonesia (Presmanesia) melalui online pada link https://app.puskanas.id/. Pada event yang dilaksanakan tanggal 16 Juli 2023.

Mengikuti kegiatan Indonesia Students Science Competition (ISSC) 2023 pada Olimpiade Nasional tingkat Mahasiswa kirim beberapa siswanya mengikuti kegiatan tersebut pada mata pelajaran Biologi, Sejarah, Bhasa Inggris, Bahasa Indonesia dan Ekonomi dan berhasil meraih medali pada kegiatan tersebut.

Widya Riskina, Meurah Qamarini, Zahratul Wara, Desi Renika, Dinita Salsabila, Sana Oktafiya, dan Cut Riska adalah mahasiswi PGSD yang berhasil memperoleh medali Perak dan Laras Prnama Sari Cibro berhasil meraih medali perunggu pada Indonesia Students Science Competition (ISSC) 2023, sekaligus ini menambah daftar prestasi peserta didik Mahasiswai UNIDA di tahun 2023 ini. Alhamdulillah kita bisa dapat medali perunggu pada kesempatan ini dan berharap ini bisa menjadi motivasi sekaligus pelecut semangat bagi mahasiswa lain untuk terus berprestasi dalam kegiatan lainnya nanti, “jelas Ruslaini, M.Pd dalam kesempatan tersebut.

Sosialisasi dan Pelatihan Eco Enzyme (Larutan Ajaib Berjuta Manfaat Untuk Kelestarian Lingkungan)

Banda Aceh, 21 Juli 2023. Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Iskandar Muda kembali menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi dan Pelatihan Eco Enzyme dengan mengusung Tema “Larutan Ajaib Berjuta Manfaat Untuk Kelestarian Lingkungan”. Kegiatan yang digagas oleh LPPM Unida tersebut merupakan salah satu upaya memberdayakan masyarakat kampus untuk menciptakan kelestarian lingkungan dengan pemanfaatan bahan organik yang tidak terpakai di rumah tangga menjadi enzyme. Acara sosialisasi dan pelatihan ini terselenggara selama 2 hari dimulai tanggal 12 Juli 2023 sampai 13 Juli 2023 bertempat di kampus Universitas Iskandar Muda. Acara ini dihadiri oleh para dosen dan mahasiswa, guru-guru TK Unida serta masyarakat Gampong Surien Kecamatan Meuraxa. Kegiatan ini berjalan lancar dan sukses berkat dukungan civitas akademik Universitas Iskandar Muda.

Acara sosialisasi dan pelatihan pada hari pertama dibuka oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik Universitas Iskandar Muda, Ir. Sulaiman M.P. Dalam sambutannya, beliau menjelaskan dampak perubahan iklim dapat meningkatan suhu global dan mengakibatkan pelepasan gas rumah kaca tidak terkendali yang dapat merusak lingkungan dan kesehatan masyarakat. Beliau juga mengajak seluruh civitas akademik untuk berperan aktif untuk mengurangi dampak dari kerusakan lingkungan dan menjadikan Universitas Iskandar Muda menjadi kampus hijau untuk meningkatkan kenyamanan civitas akademik pada proses belajar mengajar.

Acara dimulai dengan penyajian materi dari Ir. Ilya Puryani, M.P. Beliau menjelaskan enzyme dari limbah organik merupakan salah satu cara dalam penanganan manajemen sampah dengan memanfaatkan sisa-sisa dapur untuk menghasilkan cairan yang bermanfaat bagi kehidupan. Eco Enzyme memiliki segudang manfaat bagi manusia mencakup kesehatan, pertanian, maupun untuk peningkatan kualitas lingkungan. Acara selanjutnya dilanjutkan pemaparan materi yang disampaikan oleh Novi Mailidarni, S.TP, M.P yang memaparkan tentang pemanfaatan Eco Enzyme untuk meminimalisir penggunaan produk kimia. Beliau juga menyampaikan hasil penelitian yang telah dilakukan termasuk hasil analisis mikrokopis Eco Enzyme. Novi memberikan masukan bahwa “Eco Enzyme dengan pH 4 disarankan untuk tidak menggunakan 100% konsentrat larutan Eco Enzyme karena dapat terbakar.” ujarnya menutup pemaparan. Selanjutnya, peserta sosialisasi dan pelatihan diberikan kesempatan untuk tanya jawab interaktif kurang lebih 15 menit.

Mengakhiri rangkaian kegiatan pada hari pertama, menghadirkan Riantofani, S.Pd.I, M.Si. yang memberikan pengalaman penggunaan Eco Enzyme. Berdasarkan pengalaman beliau, “banyak sekali manfaat Eco Enzyme bagi kesehatan manusia dan kelestarian lingkungan.” Ujarnya. Riantofani mengajak para peserta pelatihan untuk dapat memanfaatkan sisa bahan organik di rumah tangga masing-masing untuk bisa dirubah menjadi enzyme yang sangat bermanfaat bagi kesehatan. Beliau menambahkan “pembuatan Eco Enzyme sangat mudah untuk dilakukan dengan biaya yang murah”, ucapnya mengakhiri.

Rangkaian kegiatan sosialisasi dan pelatihan Eco Enzyme dilanjutkan pada hari kedua dipandu oleh Ir. Khairil Anwar, M.P. yang merupakan akademisi sekaligus praktisi dalam pemanfaatan dan pengelolaan Eco Enzyme. Sebelum pelaksanaan pelatihan/praktek pembuatan Eco Enzyme, beliau menyampaikan bahwa “Aktivitas manusia tidak terlepas dari kegiatan menghasilkan limbah atau sampah baik itu limbah organik maupun non organik. Setiap orang dapat mengelola sampah yang dihasilkan menjadi Eco Enzyme berupa cairan/larutan yang mengandung hasil fermentasi bakteri asam laktat pada buah dan sayur. Secara sederhana produk ini dapat dibuat pada skala rumah tangga dengan memanfaatkan sisa-sisa buah dan sayur sudah tidak digunakan lagi.”

Penutup rangkaian kegiatan Sosialisasi dan Pelatihan Eco Enzyme, Ali Azis Usman Harahap, S.T.,

M.M mewakili LPPM Unida dan bertindak selaku moderator pada kegiatan ini menyampaikan bahwa berbagai pemikiran yang berkembang, masukan yang disampaikan oleh pemateri/narasumber maupun ide-ide yang muncul dalam kegiatan merupakan sumbangsih pemikiran yang sangat berharga bagi perkembangan lembaga dalam merumuskan strategi untuk menyempurnakan program-program pengabdian kepada masyarakat khususnya bagi kesehatan dan kelestarian lingkungan sehingga tercapai kesejahteraan masyarakat.

Penulis. Ali Azis Usman Harahap (LPPM Universitas Iskandar Muda)

Dayah Iskandarmuda Diresmikan, Santri Saat Ini Mahasiswa Kampus Alam Unida di Lamteuba Aceh Besar

JANTHO – Ketua Yayasan Perguruan Tinggi Iskandarmuda, Drs HA Malik Raden MM, meresmikan Dayah Iskandarmuda di Kampus Alam Universitas Iskandarmuda atau Unida Lamteuba, Aceh Besar, Rabu (22/2/2023).

Saat meresmikan dayah ini, Malik Raden, didampingi Rektor Unida Prof Dr Syafei Ibrahim, para Wakil Rektor, Dekan, Civitas Akademika, Koordinator Kampus Alam Lamteuba Hamdani SPd, Pengurus Yayasan Ir Abdullah Abbas dan Pimpinan Dayah Iskandarmuda, Ustaz M Isa.

Wakil Rektor III Unida, Bustamam Ali, menyampaikan hal ini lewat WhatsApp kepada Serambinews.com seusai acara ini.

Menurutnya, saat ini Dayah Iskandarmuda, memiliki 49 santri yang juga mahasiswa Kampus Alam Unida.

Sambil kuliah di berbagai Fakultas di Unida Banda Aceh, mereka menghuni kampus Alam Unida di lereng Gunung Seulawah itu untuk berkebun.

Oleh karena itu mereka disebut mahasiswa Kampus Alam Unida Lamteuba.

“Dalam rangka mengembangkan wirausaha di kampus tersebut, kini di lokasi itu juga sudah dibangun sebuah Balai Latihan Kerja (BLK) untuk mengolah hasil produksi pertanian,” kata Bustamam Ali.

Adapun peresmian dayah ini tadi, kata Bustamam Ali, sekaligus peringatan Israk Mikraj yang diisi tausiah oleh Dr Lembong.

Turut hadir dalam acara ini imum mukim dan perangkat delapan gampong dalam Kemukiman Lamteuba, Pengelola BLK Riantofani MSi, mewakili Badan Penjamin Mutu, Budi Rizka MHum dan Drs Ridwan Idris Msi. (*)

Iskandar Usman Al-Farlaky Raih Magister Fisipol

BANDA ACEH – Politisi muda Partai Aceh yang juga Ketua Komisi 1 DPRA, Iskandar Usman Al-Farlaky, berhasil meraih gelar magister setelah menyelesaikan studi program pasca sarjana Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisipol) di Universitas Iskandar Muda (UNIDA) Banda Aceh, dengan IPK 3.73 serta predikat yudisium sangat memuaskan.

Putera asli kelahiran Peureulak, Aceh Timur, ini diwisuda bersama ratusan wisudan lainnya pada Sabtu (15/10/2022) bertempat di Hall kampus UNIDA oleh Rektor dan Dekan Fisipol perguruan tinggi swasta tertua di Aceh tersebut.

Iskandar Al Farlaky menyelesaikan thesis program magister dengan judul “PERAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT ACEH DALAM PENYUSUNAN ANGGARAN PENDAPATAN BELANJA ACEH (Studi Implementasi Berdasarkan Peraturan Dewan Perwakilan Rakyat Aceh Nomor 1 Tahun 2019 tentang Tata Tertib Dewan Perwakilan Rakyat Aceh)

Sebelumnya, Iskandar Usman Al-Farlaky menyelesaikan studi pendidikan jenjang sekolah dasar di Madrasah Ibtidaiyah Seuneubok Baro, lalu di Madrasah Tsanawiyah Darul Falah Seuneubok Johan, Kecamatan Ranto Peureulak.

Jenjang menengah atas, putera dari almarhum Usman Amin dan Ramlah Basyah ini menyelesaikan sekolah di MUQ Langsa, sarjana strata satu di IAIN Ar-Raniry Banda Aceh (kini UIN Ar Raniry).

Iskandar mengaku, perolehan gelar magister dengan berhak menyandang titel Magister Sains (M.Si) tidak datang dengan sendirinya.

Namun berkat kerja keras dan dukungan semua pihak, termasuk orang tua dan keluarga sehingga bisa menyelesaikan S2.

“Alhamdulillah ini berkat Ridha Allah SWT dan dukungan semuanya. Semoga saja bermanfaat bagi diri sendiri dan orang banyak,”ujarnya.(*)