Rektor Unida Tinjau Pelaksanaan KKM di Aceh Besar

Aceh Besar – Rektor Universitas Iskandar Muda (Unida), Prof. Dr. Syafei Ibrahim, M.Si, bersama Wakil Rektor III, Dr. Bustamam Ali, M.Pd, melakukan peninjauan langsung terhadap pelaksanaan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) di tiga gampong, yaitu Nusa, Naga Umbang, dan Lam Kruet, pada Sabtu (16/8/2025).

Dalam kunjungan tersebut, Rektor turut didampingi Ketua KKM Nazaruddin, ST., M.Pd, Wakil Ketua KKM Dr. Fuady, M.Pd, Riantofani, S.Pd., M.Si, Sekretaris KKM, serta Jailani selaku Bendahara. Kehadiran pimpinan universitas menjadi bentuk dukungan nyata terhadap pelaksanaan KKM yang sedang berlangsung.

Prof. Dr. Syafei Ibrahim, M.Si menegaskan bahwa KKM adalah wadah penting bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan berpikir kritis, membangun kerja sama tim, dan berinteraksi dengan masyarakat. “KKM bukan hanya persoalan kewajiban akademik. Lebih dari itu, mahasiswa diharapkan mampu memahami kebutuhan masyarakat dan memberikan solusi nyata sesuai kapasitas mereka,” ujarnya.

Sementara itu, Dr. Bustamam Ali, M.Pd menambahkan bahwa pihak kampus akan terus melakukan pemantauan agar seluruh kegiatan KKM berjalan efektif. “Kami ingin mahasiswa benar-benar belajar dari masyarakat sekaligus mampu mengimplementasikan ilmu yang mereka peroleh selama perkuliahan,” katanya.

Kehadiran mahasiswa Unida di tiga gampong tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat. Warga menilai program KKM telah memberikan dampak langsung dalam berbagai bidang, mulai dari sosial, pendidikan, hingga pemberdayaan ekonomi. Mereka juga berharap semangat mahasiswa semakin meningkat setelah mendapat perhatian langsung dari pimpinan kampus.

Dengan adanya monitoring ini, diharapkan mahasiswa dapat lebih termotivasi dalam menjalankan program pengabdian hingga akhir masa KKM, sekaligus memperkuat hubungan antara Unida dan masyarakat.

Pengajian Rutin Jum’at, UNIDA Perkuat Nilai Keislaman di Kampus

Banda Aceh – Civitas akademika Universitas Iskandar Muda (UNIDA) secara konsisten menggelar pengajian rutin setiap hari Jumat di Masjid Kampus UNIDA. Kegiatan ini menjadi salah satu wadah pembinaan spiritual yang diikuti oleh berbagai unsur kampus, mulai dari pimpinan universitas, dosen, hingga mahasiswa.

Pengajian yang dipandu oleh Ustaz Masrul Aidi ini dihadiri langsung oleh Rektor UNIDA Prof. Syafei Ibrahim,M.Si didampingi oleh Wakil Rektor I Ir. Sulaiman, MP, Wakil Rektor II Dr. Ir. Nasrullah Muhammad, MT., M.Si., dan Wakil Rektor III Dr. Bustamam Ali, M.Pd. Kehadiran para pimpinan kampus ini menunjukkan dukungan penuh terhadap penguatan nilai-nilai keislaman di lingkungan akademik.

Suasana pengajian berlangsung khidmat, dengan antusiasme tinggi dari para peserta yang menyimak materi dengan penuh perhatian. Di akhir sesi, pengajian juga membuka ruang diskusi melalui sesi tanya jawab, memberikan kesempatan kepada peserta untuk memperdalam pemahaman terhadap materi yang telah disampaikan.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi sarana mempererat silaturahmi antar civitas akademika serta memperkuat nilai-nilai keislaman dalam kehidupan kampus sehari-hari.

UNIDA Dilibatkan dalam Penyusunan Raqan Tata Kelola Sumber Daya Air Irigasi di Aceh Jaya

CALANG – Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya bersama Badan Legislasi (Banleg) DPRK Aceh Jaya membentuk Tim Penyusun Rancangan Qanun (Raqan) tentang Tata Kelola Pemberdayaan dan Pemanfaatan Sumber Daya Air Irigasi, dengan melibatkan akademisi dari Universitas Iskandar Muda (UNIDA) Banda Aceh.

Ketua Banleg DPRK Aceh Jaya, Fitri Maya Lisa, menyampaikan bahwa raqan ini sangat penting sebagai dasar hukum daerah untuk memperkuat pengelolaan sumber daya air irigasi yang berbasis kearifan lokal dan hukum daerah.

“Hari ini kita bersama Pemerintah membentuk Tim Penyusun Raqan tentang Tata Kelola Pemberdayaan dan Pemanfaatan Sumber Daya Air Irigasi, yang melibatkan tenaga ahli dari Universitas Iskandar Muda Banda Aceh,” ujarnya di Calang, Selasa (6/8/2025).

Tiga dosen UNIDA Banda Aceh yang dipercaya menjadi tenaga ahli dalam penyusunan raqan ini adalah:
– Dr. Alwi Ibrahim, M.Si
– M. Nur, S.I.Kom., M.I.Kom
– Muklis, S.Sos., M.Si
Mereka bertugas menyusun naskah akademik, merancang isi qanun pasal demi pasal, serta menyiapkan lampiran teknis seperti alur distribusi air dan format pelaporan kelembagaan pengelola irigasi.

“Kami berharap ketiga akademisi ini dapat berkolaborasi dengan Pemkab dan Banleg untuk merumuskan kerangka hukum daerah yang mengatur pengelolaan irigasi secara partisipatif, adil, dan berkelanjutan,” tambah Fitri.

Fitri juga menekankan bahwa penyusunan qanun ini harus kontekstual dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat tani.

“Kehadiran para dosen dari UNIDA ini harus menambah kualitas dan kedalaman isi qanun. Kita ingin pengaturan irigasi ini tidak hanya legal-formal, tapi juga relevan dengan kondisi sosial masyarakat Aceh Jaya,” tuturnya.

Raqan ini dirancang sebagai regulasi menyeluruh yang mencakup distribusi air, rotasi tanam, penguatan kelembagaan petani pengguna air (P3A/GP3A), hingga pembinaan dan pengawasan berkelanjutan.

Rapat pembentukan Tim Penyusun Raqan tersebut turut dihadiri oleh:
– Ir. Fauzi Yahya (Anggota Banleg DPRK)
– Muhammad Diah, SE (Anggota DPRK)
– Drs. T. Irvan TB, M.Si (Anggota DPRK)
– Kabag Hukum Setdakab Aceh Jaya
– Dinas PUPR Aceh Jaya
– Perwakilan tokoh masyarakat adat

Salah satu anggota tim ahli dari UNIDA, M. Nur, S.I.Kom., M.I.Kom, menyampaikan bahwa keterlibatan akademisi dalam penyusunan raqan ini merupakan bentuk nyata kolaborasi antara kampus dan pemerintah daerah.

“Kami mengupayakan agar Raqan ini bukan hanya aturan di atas kertas, tetapi bisa benar-benar membumi dan menjadi alat bantu petani dalam menghadapi tantangan irigasi modern,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa raqan ini berpotensi menjadi regulasi strategis dalam mewujudkan ketahanan pangan daerah, serta mendorong partisipasi aktif dari masyarakat, lembaga adat, dan kalangan akademik selama proses penyusunan berlangsung.

“Mudah-mudahan qanun ini rampung pada akhir tahun dan dapat segera diterapkan pada musim tanam mendatang, sesuai dengan target Pemkab Aceh Jaya,” pungkasnya.

Universitas Iskandar Muda Lepas 268 Mahasiswa KKM, Dorong Sinergi dengan Masyarakat untuk Percepatan Pembangunan Gampong

Lhoknga, 4 Agustus 2025 – Universitas Iskandar Muda (UNIDA) resmi melepas 268 mahasiswa untuk mengikuti program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) di Kecamatan Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar. Pelepasan berlangsung di halaman kantor Camat Lhoknga dan dihadiri oleh Wakil Rektor III Dr. Bustamam Ali, para dosen pembimbing lapangan, serta seluruh peserta KKM.

Program KKM tahun ini mengusung tema “Sinergi Mahasiswa dengan Masyarakat: Akselerasi Percepatan Pembangunan Gampong,” yang bertujuan mendorong kolaborasi aktif antara mahasiswa dan masyarakat dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan di tingkat desa.

Dalam sambutannya, Dr. Bustamam Ali,M.Pd mewakili Rektor UNIDA, Prof. Dr. Syafei Ibrahim,M.Si menyampaikan bahwa KKM bukan sekadar kegiatan akademik, tetapi merupakan bagian dari pengabdian nyata mahasiswa kepada masyarakat sebagai wujud pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

“Mahasiswa harus mampu mengimplementasikan teori-teori yang telah dipelajari di kampus, serta menunjukkan keterampilan dan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat,” tegasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya keterlibatan mahasiswa dalam membantu menyelesaikan berbagai persoalan administratif desa serta mendorong percepatan pembangunan gampong di berbagai sektor, baik sosial, ekonomi, maupun teknologi.

Menurut Ketua KKM UNIDA, Nazaruddin, ST., M.Pd., mahasiswa akan ditempatkan di 16 gampong yang tersebar di dua kemukiman, yaitu Kemukiman Kuh dan Kemukiman Lhoknga. Sebelum terjun ke lapangan, para mahasiswa telah dibekali pelatihan mengenai etika berinteraksi dengan masyarakat, serta pemahaman terhadap budaya lokal yang ada di masing-masing gampong.

Camat Kecamatan Lhoknga, Muktaruddin, menyambut baik kehadiran mahasiswa UNIDA dalam program KKM. Ia menilai, keberadaan mahasiswa sangat dibutuhkan, terutama untuk membantu penyelesaian persoalan teknis dan administratif di tingkat gampong.

“Gampong membutuhkan orang-orang terampil dan inovatif. Mahasiswa diharapkan mampu memberikan solusi nyata bagi kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Menariknya, selain di dalam negeri, UNIDA juga mengirimkan sejumlah mahasiswa untuk mengikuti KKM di luar negeri, yaitu di Thailand dan Malaysia. Di kedua negara tersebut, mahasiswa akan mempelajari langsung berbagai sektor pembangunan, khususnya di bidang pertanian, mulai dari proses penanaman hingga pascapanen.

Selain itu, mereka juga membawa misi diplomasi budaya, dengan memperkenalkan budaya Indonesia, khususnya Aceh, kepada masyarakat lokal sebagai upaya mempererat hubungan antarmasyarakat di kawasan Asia Tenggara.

Dengan semangat kolaborasi dan pengabdian, UNIDA berharap para mahasiswa mampu menjadi motor penggerak perubahan positif di tengah masyarakat, sekaligus mengasah kemampuan sosial, kepemimpinan, dan profesionalisme yang kelak dibawa ke dunia kerja maupun pengabdian jangka panjang.

UNIDA Kembali Kirim 40 Mahasiswa KKM ke Thailand dan Malaysia, Perkuat Jaringan Internasional

BANDA ACEH – Universitas Iskandar Muda (UNIDA) Banda Aceh kembali menunjukkan komitmennya dalam memperluas pengalaman global mahasiswa. Setelah sukses menyelenggarakan program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) di luar negeri pada tahun 2024 lalu, tahun ini UNIDA kembali mengirim 40 mahasiswa untuk melaksanakan KKM di Thailand Selatan dan Gampong Yan Keudah, Malaysia, selama tiga pekan pada Agustus 2025.

Rektor UNIDA, Prof. Dr. Syafei Ibrahim,M.Si menyampaikan bahwa ini merupakan kali kedua kampus tersebut mengirim mahasiswa ke luar negeri dalam rangka program pengabdian masyarakat berbasis internasional.

“Ini merupakan kali kedua Unida mengirim mahasiswa ke luar negeri setelah sukses pada tahun lalu di Thailand dan Malaysia,” ujarnya, didampingi Koordinator KKM Luar Negeri, M. Nur, S.I.Kom., M.I.Kom, Senin (4/8/2025).

Sebelum diberangkatkan, para peserta terlebih dahulu dibekali dengan pelatihan dan pembekalan intensif agar mampu beradaptasi dengan lingkungan sosial dan budaya setempat. Mereka berasal dari berbagai program studi, seperti Ilmu Administrasi Publik, Ilmu Komunikasi, Pembangunan Sosial, Teknik Sipil, dan Matematika.

“Selama di lapangan, mahasiswa akan ditempatkan di berbagai objek pengabdian yang sesuai dengan keilmuan mereka. Mereka juga akan terlibat dalam pertukaran budaya, kuliner, kesenian, dan mengenal kearifan lokal,” jelas Prof. Syafei Ibrahim,M.Si.

Di Thailand Selatan, mahasiswa akan ditempatkan di Provinsi Yala dan Patani. Sementara di Malaysia, mereka akan melakukan kegiatan penghijauan dan menampilkan seni tradisional Aceh di Gampong Aceh Yan Keudah, wilayah yang dikenal sebagai pemukiman masyarakat keturunan Aceh sejak ratusan tahun lalu.

Sementara itu, Wakil Rektor III, Dr. Bustamam Ali,M.Pd yang turut hadir dalam acara pelepasan, menyampaikan bahwa program KKM luar negeri ini juga dirancang untuk memperkuat jejaring internasional mahasiswa dan memperkenalkan budaya Aceh ke dunia.

“KKM UNIDA tahun 2025 ini tidak hanya digelar di luar negeri, tetapi juga dilakukan secara serentak di dalam negeri, yakni di Kabupaten Aceh Besar. Sebanyak 238 mahasiswa diterjunkan ke 16 gampong dalam rangka pengabdian masyarakat,” ujar Dr. Bustamam Ali,M.Pd didampingi Ketua KKM, Nazaruddin, ST., M.Pd.

Dengan menggabungkan konsep global dan lokal, UNIDA berharap program ini mampu mencetak lulusan yang berwawasan luas, berjiwa sosial, serta mampu menjadi duta kebudayaan Aceh di kancah internasional.

UNIDA Siapkan Podcast Edukatif, Gandeng Konsultan Multimedia dari Universitas Merdeka Malang

Banda Aceh – Universitas Iskandar Muda (UNIDA) terus berinovasi dalam memperluas jangkauan informasi dan edukasi melalui media digital. Dalam rangka persiapan peluncuran Podcast UNIDA, kampus ini menghadirkan dua narasumber dan konsultan multimedia dari Universitas Merdeka Malang, yaitu Dr. Kridawati Sadhana, MS dan Aryo Prakoso Wibowo, MA.

Kehadiran para pakar multimedia ini menjadi bagian dari upaya UNIDA memperkuat kualitas produksi konten digital berbasis edukasi dan komunikasi publik.

“Podcast UNIDA nantinya akan menjadi media baru bagi sivitas akademika untuk berbagi gagasan, riset, dan inspirasi lintas disiplin,” ungkap panitia pengembangan media UNIDA.

Rangkaian kegiatan berlangsung interaktif, melibatkan dosen dan tim kreatif kampus dalam sesi diskusi, pelatihan teknis produksi audio visual, hingga penyusunan konsep tayangan pertama.

Podcast UNIDA ditargetkan mengudara secara resmi pada akhir tahun 2025, menyasar mahasiswa, dosen, alumni, hingga masyarakat umum sebagai audiens utama.

Universitas Iskandar Muda Raih 8 Hibah Penelitian Kemdiktisaintek Tahun 2025

Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kemdiktisaintek secara resmi mengumumkan daftar penerima Hibah Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Tahun Anggaran 2025 melalui surat nomor 0070/C3/AL.04/2025 tertanggal 23 Mei 2025. Dalam pengumuman tersebut, Universitas Iskandar Muda berhasil meraih sebanyak delapan hibah penelitian melalui skema Penelitian Dosen Pemula (PDP). Capaian ini menunjukkan komitmen institusi dalam mendorong peningkatan kualitas riset di lingkungan perguruan tinggi.

Rektor Universitas Iskandar Muda Prof. Dr. Syafei Ibrahim, M.Si., menyampaikan apresiasi kepada para dosen yang berhasil lolos seleksi pendanaan. Ia berharap hasil penelitian yang dilakukan dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan serta berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. “Keberhasilan ini diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh civitas akademika untuk terus meningkatkan kualitas penelitian dan pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.

Adapun delapan dosen Universitas Iskandar Muda yang menerima pendanaan Program Penelitian Tahun Pelaksanaan 2025 adalah sebagai berikut:

No Nama Skema
1 Dr. Andi Mulkan, S.T., M.Sc., Ph.D. PDP
2 Fita Nelyza, S.Pd., M.Pd. PDP
3 M. Rizal Fazri, AR, S.Th.I., M.A. PDP
4 Miftahul Jannah, S.Pd., M.Pd. PDP
5 Dr. Tasmiati Emsa, S.H., M.Si PDP
6 Nena Puspita Sari, S.Pd.,M.Pd. PDP
7 Rafiqah, Lc., M.A. PDP
8 Siti Rahmatina, S.Pd.I.,M.Pd. PDP

Seluruh penerima hibah tersebut memperoleh pendanaan dalam skema Penelitian Dosen Pemula (PDP), yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas penelitian dosen di tahap awal karier akademik.

Unida Kembali Terjunkan Mahasiswa KKM ke Thailand

BANDA ACEH – Setelah sukses beberapa tahun lalu, pihak Kampus Universitas Iskandarmuda atau Unida Banda Aceh kembali menerjunkan mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa atau KKM ke Thailand.

Rektor Unida, Prof Dr Syafei Ibrahim, turut memberikan arahan kepada mahasiswa yang akan berangkat KKM ke Thailand itu di kampus Unida, Banda Aceh, Sabtu (17/8/2024).

Kali ini atau tahun 2024, mereka yang akan KKM ke Thailand itu 21 mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi dan Pembangunan Sosial.

“Lokasi mereka akan KKM itu tepatnya di Provinsi Yala dan PattaniThailand Selatan. Kedua wilayah tersebut memiliki budaya yang hampir sesuai dengan negeri kita, khususnya Aceh,” kata Syafei Ibrahim.

Hal ini sebagaimana dikutip Warek III Unida, Dr Bustamam Ali, lewat siaran pers kepada Serambinews.com, Sabtu (17/8/2024).

Rektor mengatakan KKM ke luar negeri ini juga dikaitkan dengan Program Kampus Merdeka dan Merdeka Belajar

Selain melakukan erbagai kegiatan yang berkaitan dengan tridharma Perguruan Tinggi dan Merdeka Belajar, mahasiswa juga akan memperkenalkan kesenian Aceh, misalnya tarian ranup lampuan, saman, dan lain lain.

“Selama KKM, mahasiswa diharapkan mampu membangun komunikasi  yang dapat mengharumkan nama Aceh umumnya dan Unida khususnya,” harap Prof Syafei Ibrahim.

Warek III Unida Dr Bustamam Ali, menambahkan selama di lokasi KKM, mahasiswa tetap dalam pantauan alumni Unida di wilayah itu.

Pasalnya, sudah ada alumni Unida Perwakilan Thailand Selatan yang terbentuk sejak awal 2024.

“Mereka sudah dilantik oleh Rektor Unida Prof Syafei Ibrahim didampingi Ketua Yayasan Drs HA Malik Radem MM di Pantai Pattani pada suatu malam awal tahun 2024.

Mereka yang dilantik itu, ketuanya Allawee Jehsea MSi,” kata Bustamam didampingi Ketua KKM Dr Fuadi dan Ketua Prodi Komunikasi  Dr Alwi dan Sekretaris Riantofani. (*)

 

Sumber: SERAMBINEWS.COM

Rektor Unida Lepas 172 Mahasiswa KKM ke Aceh Besar & Thailand

Banda Aceh – Rektor Universitas Iskandarmuda Banda Aceh Prof Dr Syafei Ibrahim MSi  melepas 172 mahasiswa untuk ikut Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) di Aceh Besar dalam wilayah Kecamatan Peukan bada sebanyak 150 orang.

“Sedangkan untuk 22 mahasiswa lainnya memilih KKM di Thailand Selatan, yaitu Provinsi Yala dan Pattani,” ujar Prof Syafei Ibrahim, didampingi Warek 3 Dr Bustamam Ali serta Ketua Panitia KKM, Dr Fuadi, Sabtu (3/8/2024).

Sebelumnya, Prof Dr Syafei Ibrahim dalam arahannya meminta mahasiswa yang turun ketengah masyarakat agar menjaga baik baik almamaternya.

“Berikan yang terbaik untuk masyarakat dalam rangka percepatan pembangunan gampong,” tuturnya.

 

 

Lanjutnya, coaching atau pembekalan yang diterima sebelum turun kelapangan hendaknya menjadi acuan serta implementasi dari tridharma perguruan serta penerapan kampus Merdeka. Hal tersebut juga berlaku bagi mahasiswa KKM ke Luarnegeri.

Hadir pada pelepasan tersebut Warek 1 Ir Sulaiman MP, Warek II Dr Nasrullah, para Dekan, Ketua Prodi, Pembimbing KKM serta civitas Akademika. (*)

 

Sumber: APJN.Net

Mahasiswa BLKK Iskandar Muda Olah Hasil Pertanian

 ACEH BESAR – Mahasiswa dan santri yayasan Iskandarmuda Lamteuba Aceh Besar produksi pengolahan hasil pertanian.

Hasil produksi dimaksud berupa Jahe Instand, permen buah, berbagai jenis selai buah, juice kulit buah naga, salat buah dan lain lain.

Kepala Balai Latihan Kerja Komunitas (BLKK) Iskandarmuda Lamteuba Aceh Besar Riantofani MSi, Rabu (17/7/2024) menjelaskan, pelatihan pengolahan hasil pertanian dilaksanakan selama 15 hari di BLKK tersebut sebanyak 16 santri, mahasiswa dan masyarakat.

“Mereka dilatih oleh M.Iqbal SP MSi intruktur nasional dan asistennya Budi Rizka M.Hum, katanya hal itu bisa atas kerjasama Kementrian Ketenagakerjaan RI dan Bank BSI Syariah Jln.Teuku Umar Banda Aceh.

Pengurus yayasan Iskandarmuda Dr Bustamam Ali didampingi wakil rektor 1 Unida Ir Sulaiman MP dan Koordinator Kampus Lamteuba Hamdani serta tokoh tokoh masyarakat setempat saat menutup pelatihan minta peserta untuk mengembangkan produksi tersebut sebagai upaya peningkatan ekonomi gampong khususnya keluarga.

“Kalau ini terus dikembangkan akan menjadi lapangan kerja baru dari lulusan.” Jangan berhenti sampai disini,” ujarnya.

Rektor Unida Prof Dr Syafei Ibrahim sebelumnya menjelaskan, saat Kampus alam yayasan Iskandarmuda Lamteuba Aceh Besar diatas lahan sekitar 32 hektar selain memiliki peusantren juga mahasiswa yang kuliah sambil bekerja dilahan tersebut.

“Saat ini terdapat 3 program studi Abministrasi publik, Ilmu Komunikasi dan Agroteknologi. Bahkan mahasiswa mendiami kampus alam tsb. ada yang sudah wisuda, mereka berasal dari Simeulue.papar Prof Syafei Ibrahim yang didamping Dr Bustamam Ali Warek III dan Ir Sulaiman MP warek I Unida.

Dr Bustamam Ali selaku pengurus yayasan Iskandarmuda saat menutup acara tersebut  di Balai Latihan Kerja Komunitas ( BLKK)  Kampus Alam Unida Lamteuba, (24/6).

Pelatihan yang berlangsung 24 Juni sampai 14 Juli 2024, diharapkan para peserta mampu memproduksikan hasil pertanian yang diminati masyarakat. Dan ini sekaligus menjadi lapangan kerja baru yang meningkatkan ekonomi gampong. Ujar Prof Syafei Ibrahim, yang didampingi pengurus lainnya Dr Bustamam Ali dan Dr Nasrullah.

Ketua BLKK Lamteuba Riantofani MSi dalam laparonya, menyebutkan pelatihan ini yang kedua kalinya. Diikuti 16 peserta dari kalangan masyarakat, mahasiswa dan santri.

“Sesuai harapan mereka nantinya akan mampu membuat berbagai produksi dari buah-buahan, seperti permen buah, berbagai jenis Seley,  serba Juice, salat buah, dan lain-lain,” jelas Riantofani MSi, didampingi intruktur nasional M.Iqbal SP.MSi dan Budi Rizka M.Hum.

Ikut hadir perangkat gampong dan Imum mukim Lamteuba Bahrun Yunus,koodinator kampus Drs Hamdani dan Dr Badruzaman Dekan Fakultas Syariah dan ekonomi Islam Unida.

 

Sumber : APJN.NET