Mahasiswa Magister Ilmu Administrasi Buka Puasa Bersama Rektor Unida

Banda Aceh – Bulan suci Ramadan merupakan momentum yang penuh dengan keberkahan. Bulan tersebut merupakan waktu yang tepat untuk terus menyambung tali silaturahmi.

Hal tersebutlah yang menjadi latar belakang penyelenggaraan buka puasa bersama antara Mahasiswa Program Magister (S2) Ilmu Administrasi Angkatan XIX Unida beserta Rektor dan pimpinan dilingkungan Universitas Iskandarmuda (Unida) Aceh.

Dalam sambutan pembukaanya, Rektor Universitas Iskandarmuda, Prof. Dr. Syafei Ibrahim, M.Si menjelaskan akan pentingnya tetap menjaga silaturahmi antar sesama.

“Pentingnya silaturahmi dalam lembaga akan mempererat hubungan yang harmonis sebagai bentuk hubungan manusia dengan manusia. Begitupun hubungan manusia dengan Tuhan yang tetap harus dijaga,” ungkap Profesor bidang administrasi publik tersebut.

Acara yang bertempat di Hotel Amel Convention Hall pada Jumat (29/3/2024) ini, turut dihadiri oleh para Wakil Rektor Unida, Dr. Bustamam Ali, M.Si dan Dr. Ir. Nasrullah Mohd, M.Si serta Ketua Prodi ilmu komunikasi , Dr. Alwi Ibrahim, M.Si, dan para dosen yaitu Dr. Ismail, M.Si, Dr. Hasanuddin, M.Si, dan Dr. Salahuddin, M.Si beserta para staf lainnya.

Ia berpesan kepada seluruh mahasiswa agar terus meningkatkan kedisiplinan, termasuk dalam percepatan pengajuan judul proposal tesis.

“Dalam perkuliahan ini kita menargetkan semua mahasiswa dan mahasiswi angkatan XIX dapat lulus dan wisuda secara bersamaan yaitu sebelum 18 bulan,” ujarnya.

Rektor juga memberikan motivasi kepada seluruh mahasiswa angkatan XIX agar dapat menyelesaikan kuliah tepat waktu dan dapat memanfaatkan ilmu yang ada di perkuliahan kedalam kehidupan sehari-hari.

Sementara perwakilan dari mahasiswa, Rizal Fikri TA mengucapkan terimakasih atas kehadirannya pada acara buka puasa serta telah memberikan bimbingan dan motivasi bagi mahasiswa oleh Bapak Rektor Unida.

“Kami mewakili teman teman mohon maaf bila ada kekurangan dalam pelayanan baik dari segi makanannya kadan ada terasa terlalu asin, manis dan pahit”, ucapnya.

Sementara itu Mahasiswa Program Magister (S2) Ilmu Administrasi Angkatan XIX Universitas Iskandarmuda Aceh merupakan mahasiswa yang masuk pada tahun pelajaran 2023/2024 berjumlah 46 orang dan saat ini sudah memasuki semester II perkuliahan.

“Insyaallah dengan kekompakan dan kebersamaan, kita semua menargetkan akan dapat menyelesaikan kuliah tepat waktu,” harapnya.

 

Sumber: DISTORI.ID

Unida Pertahankan Tradisi Megang

BANDA ACEH, Menyambut bulan Suci Ramadhan 1445 Hijriah Civitas Akademika Universitas Iskandarmuda (Unida) Banda Aceh, melaksanakan silaturahmi dan penyerahan daging megang serta makan bersama, Minggu (10/3/2024).

Rektor Unida Prof Dr Syafei Ibrahim minta tradisi megang perlu dipertahankan.

” Ini penting karena di daerah lain tidak terdapat kegiatan yang sakral ini. Bahkan dapat dikembangkan menjadi obyek wisata,” ujarnya.

Lanjut rektor, megang sudah mentradisi secara turun menurun bagi orang Aceh. Megang makan bersama keluarga dengan masakan daging, dalam rangka menyambut bulan suci ramadhan atau hari raya Idul fitri/ Idul adha.

“Karena memiliki nilai sosial budaya, ekonomi, dan ritual serta spesifik, maka kegiatan megang di tengah masyarakat Aceh perlu dilestarikan,” ujarnya.

Selanjutnya, Ketua Panitia pelaksana silaturahmi dan Megang, Dr Bustamam Ali menjelaskan, megang meyambut ramadhan ini menyembelih tiga ekor sapi yang dibagikan sebanyak 250 tenaga dosen, pengurus yayasan dan keluarga besar Unida.

“Tradisi megang di kampus dilakukan setiap saat menjelang puasa ramadhan, sekaligus silaturahmi dan makan bersama di kampus surien Banda Aceh,” ungkapnya.

Hadir pada acara tersebut Pengurus Yayasan Ir H Abdullah Abbas, para wakil rektor Ir Sulaiman MP, Dr Ir Nasrullah MSi.para dekan dan Ketua Prodi.[*]

 

sumber: APJN.NET

Universitas Iskandar Muda Sosialisasi Cegah Kenakalan Remaja di SMP Negeri 10

Banda Aceh – Universitas Iskandar Muda (Unida) Banda Aceh melibatkan dosen dan mahasiswa untuk memberikan sosialisasi kepada remaja agar terhindar dari kenakalan remaja.

Pada Jumat 1 Maret 2024, Unida melakukan sosialisasi tentang Pencegahan Kenakalan Remaja, di SMPN 10 Banda Aceh, yang berlangsung setelah kegiatan yasinan setiap Jum’at yang dihadiri ratusan siswa kelas 9.

Kegiatan ini juga menyahuti program Mendikbudristek tentang Kampus Merdeka dengan Tema Kampus mengajar. Metode yang digunakan pun berupa diskusi kelompok dengan memberikan kesempatan kepada pelajar untuk mengemukakan pandangan serta memberikan pengarahan yang positif. Selain itu juga di isi dengan game edukasi.

Rektor Universitas Iskandar Muda Prof, Dr. Syafei Ibrahim, M.Si mengharapkan melalui sosialisasi tersebut generasi muda paham apa saja yang seharusnya mereka hindari dan memahami tindakan apa saja tidak patut dilakukan pelajar.

Mereka juga dapat melindungi diri dari segala bentuk aksi kejahatan yang bisa merugikan diri sendiri, keluarga serta masyarakat pada umumnya.

Kepala sekolah SMPN 10 Banda Aceh Intan Nirmala Hasibuan, S.Si., mengucapkan apresiasi dan terimakasih atas kehadiran dosen dan mahasiswa dari Universitas Iskandar Muda.

“Dalam kesempatan ini, kami juga apresiasi setinggi- tingginya dari Kepala Dinas Pendidikan Banda Aceh, Pak Sulaiman Bakri atas terlaksananya kegiatan ini, sehingga dapat bekerja sama lagi untuk waktu yang akan datang,” ungkapnya.

Sumber: mitaberita.com

Rektor Unida Bersama Civitas Akademika dan Jajaran Kunjungi Ponpes Terpadu Babul Maghfirah

ACEH BESAR- Meskipun menggunakan tenda darurat Proses belajar mengajar santri pondok pesantren terpadu Babul Maghfirah berangsur normal, pasca kebakaran (25/1/2024) lalu.

Pimpinan pondok Pesantren terpadu Babul Maghfirah Tgk Masrul Aidi, mengatakan hal itu, Selasa (13/2/2024) kepada Rektor Unida Prof Dr Syafei Ibrahim dan civitas akademika yang datang bersilaturahmi pasca musibah kebakaran, seiring menyerahkan sumbangan jamaah pengajian rutin di kampus tersebut.

Tgk Masrul menjelaskan, musibah kebakaran yang terjadi pukul 9.35.00 Wib, sempat membuat kepanikan sekitar 600 santri. Peristiwa itu menghanguskan 6 asrama, ruang makan, rumah kediaman pimpinan dayah, ruang koperasi dan sejumlah dokumen serta peralatan pondok ludes dilalap api.

Berkat bantuan bantuan berbagai pihak khususnya tenda darurat dari Dinas Sosial dan Instansi terkait Alhamdulillah proses belajar mengajar sudah berangsur normal.

“Hari ini sudah memasuki hari ke 19 pasca kebakaran. Sebelumnya seluruh santri di rumah karena trauma, apalagi ada 3 santri sempat mengalami kebakaran dan harus dilarikan ke rumah sakit,” ujar Ustad Masrul.

Rektor Unida Prof Syafei Ibrahim menyatakan prihatin atas musibah tersebut. “Kita para jamaah pengajian serta civitas akademika Unida terpanggil untuk meringankan beban tersebut, dengan menggalang sedikit sumbangan, ujarnya, didampingi para Wakil rektor Ir Sulaiman MP, Dr Bustamam Ali dan Dr Ir Nasrullah serta jajarannya. [*]

Sebanyak 31 Mahasiswa Unida Praktik Lapangan di RRI Banda Aceh

Banda Aceh – Sedikitnya 31 orang mahasiswa prodi Ilmu Komunikasi Universitas Iskandarmuda (Unida) Banda Aceh melakukan magang atau praktik lapangan di RRI Regional 1 Banda Aceh.
Rektor Unida Prof Dr Syafei Ibrahim menyerahkan 31 Mahasiswa dan  diterima langsung Kepala RRI Banda Aceh Budi Nugroho di ruang pertemuan RRI, Selasa (13/2/2024).

Prof Syafei Ibrahim didampingi warek 1 Ir Sulaiman MP dan Dr Bustamam Ali, minta mahasiswa yang mendapat kesempatan magang agar dapat mendalami pengetahuannya sebagai langkah persiapan karir dalam menuju dunia kerja.

Pada kesempatan itu, Unida dan RRI juga melakukan lanjutan akad kerjasama Memorandum of Understanding (MoU) dan Memorandum of Agreement (MoA) sekaligus penandatanganan.
Penandatanganan masing masing dilakukan rektor Unida Prof Syafei Ibrahim, Dekan Fisipol Dr T Syarifuddin serta Dr Alwi Ketua Prodi Ilmu Komunikasi. Sedang dari RRI dilakukan Budi Nugroho.

Ia menyambut baik atas kedatangan mahasiswa Unida yang melakukan pemagangan di lembaga penyiaran yang dipimpinnya.
Ketua prodi Ilmu Komunikasi Dr Alwi Ibrahim didampingi Sekretaris Riantofani MSi menyebutkan, praktik mahasiswa akan berlangsung selama satu bulan.

“Dan kegiatan ini sekaligus sebagai tindaklanjut dari program kampus merdeka dan merdeka belajar,” ujarnya.
Acara penandatanganan MoU tersebut, juga dihadiri Ketua tim pemberitaan Rohana, Ketua tim layanan pengembangan usaha Erlinda, sekretaris PSDk Rizal dan Kepala Bagian perlengkapan Unida Ridwan Idris. [*]

Ketua dan Penasihat PWI Aceh Narasumber Workshop Perhumas

BANDA ACEH – Badan Pengurus Cabang (BPC) Perhimpunan Hubungan Masyarakat (Perhumas) Aceh menggelar workshop bertajuk Peran Public Relations & Media Relations untuk Indonesia Maju di Aula DPKA, Banda Aceh, Sabtu, 16 Desember 2023.

Workshop yang dirangkai dengan peringatan 51 Tahun Perhumas Indonesia dibuka oleh Kadiskominsa Aceh, Marwan Nusuf. Hadir langsung dan memberikan sambutan Ketua BPC Perhumas Aceh, Amal Hasan.

“Pemerintah Aceh sangat mendukung kegiatan ini dan diharapkan melalui workshop yang digelar Perhumas Aceh semakin memperkuat fungsi humas di lembaga pemerintahan maupun perusahaan,” begitu inti arahan Pj Gubernur Aceh diwakili Marwan Nusuf.

Workshop itu sendiri menghadirkan empat narasumber; Nasir Nurdin, Bustamam Ali, Djarot Handoko, dan Leony Lervyn.

Nasir Nurdin merupakan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh sedangkan Bustamam Ali adalah Wakil Rektor III Universitas Iskandar Muda (Unida) Banda Aceh yang juga praktisi media/Penasihat PWI Aceh.

Dua narasumber lainnya; Leony Lervyn adalah Senior Manager Communication PT Medco E&P dan Djarot Handoko selaku Wakil Ketua Umum Bidang Kampanye Kehumasan (Head of Communication Asia Fasific Rayon).

Workshop yang dikemas dalam bentuk diskusi panel itu dipandu oleh Dian Budi Wijaksono dari BSI Regional I Aceh dan Co-Host Selamat Ariga.

Acara sekitar dua jam itu diisi oleh masing-masing narasumber dengan pemaparan materi yang menekankan pada pentingnya fungsi humas sebagai layanan publik untuk memberikan informasi yang jelas dan sesuai fakta yang ada di perusahaan, pemerintahan maupun organisasi lainnya, dengan cara yang baik dan benar.

Pada kesempatan itu, Leony Lervyn dan Djarot mencontohkan beberapa kisah sukses pejabat humas di tengah krisis yang menerpa perusahaan.

“Kemitraan dengan pers (media) dibangun sebelum krisis terjadi. Pengalaman kami di Medco, pendekatan secara emosional (membangun komunikasi termasuk ngopi bareng) rutin dilakukan sehingga bukan sesuatu yang sulit bagi kami bekerjasama dengan wartawan,” kata Leony Lervyn.

Bustamam Ali dalam paparannya menekankan tentang pentingnya pejabat humas berkolaborasi dengan media demi semakin luas dan efektifnya penyebaran informasi kepada masyarakat.

“Setiap media memiliki karakter masing-masing, karenanya setiap pejabat humas harus memahami itu,” tandas pria yang akrab disapa Bang Bus tersebut.

Apa yang menjadi penekanan Bang Bus juga dipaparkan Ketua PWI Aceh, Nasir Nurdin dalam presentasinya berjudul, ‘Pentingnya Humas Memahami Fungsi Pers.’

“Secara teori, tugas seorang praktisi humas nyaris tak ada beda dengan yang dijalankan oleh wartawan. Namun, masing-masing kita punya style tersendiri dalam menyajikan informasi. Nah, tim humas yang akan berkolaborasi dengan media arus utama (mainstream) harus tahu bagaimana kemauan mitranya, agar informasi yang dikirim (terutama dalam bentuk siaran pers) bisa menjadi referensi awal yang memenuhi syarat,” kata Nasir Nurdin.

Ketua Panitia Pelaksana, Nursyidah mengatakan, komponen peserta workshop dari unsur BPC Perhumas Aceh, Perhumas Muda Aceh, organisasi pers, BUMN, Pemerintahan Aceh, perusahaan swasta, organisasi masyarakat, dan umum.

Menurut Nursyidah, salah satu alasan pelaksanaan workshop adalahy untuk menganulir setiap berita hoaks yang sering bermunculan di media sosial maupun media mainstream terhadap kinerja positif yang telah dilakukan oleh pemerintah, lembaga dan perusahaan.

“Kita juga mengkritisi bahwa fungsi dan peran kehumasan tidak saja pada tatanan membuat rilis, mengundang wartawan atau menjembatani wartawan dengan pimpinan, namun humas juga ingin berkolaborasi dengan media pers bagaimana mengangkat branding dari program pemerintah/lembaga/perusahaan dan kinerja para pimpinan,” demikian Nursyidah.[]

Kuliah Sambil Kerja, Mahasiswa Kampus Alam Unida Lamteuba Aceh Besar Panen Lele, Ini Pesan Rektor

Rektor Unida, Prof Dr Syafei Ibrahim (kiri), ikut memanen perdana lele di Kampus Alam Unida, Lamteuba, Kecamatan Seulimuem, Aceh Besar, Kamis (14/12/2023)

Rektor Unida, Prof Dr Syafei Ibrahim, menyambut gembira panen lele perdana hasil budidaya oleh mahasiswa yang kuliah sambil bekerja di kampus alam itu, meski untuk tahap awal ini hasilnya masih relatif sedikit, yakni sekitar 200 kilogram.

BANDA ACEH – Mahasiswa Kampus Alam Universitas Iskandarmua atau Unida Lamteuba di Kemukiman Lamteuba, Kecamatan Seulimuem, Aceh Besar, panen perdana ikan lele yang mereka budidaya di kampus itu, Kamis (14/12/2023).

Panen perdana lele ini ikut disaksikan Rektor Unida, Prof Dr Syafei Ibrahim, Wakil Rektor III, Dr Bustamam Ali, Dekan Fakultas dan Ekonomi Islam, Dr Badruzzaman, dan Koordinator Kampus Alam Unida Lamteuba, Drs Hamdani.

Rektor Unida, Prof Dr Syafei Ibrahim, menyambut gembira panen lele perdana hasil budidaya oleh mahasiswa yang kuliah sambil bekerja di kampus alam itu, meski untuk tahap awal ini hasilnya masih relatif sedikit, yakni sekitar 200 kilogram.

“Namun secara bertahap bisa ditingkatkan. Ke depan juga harus dipikirkan pengolahannya. Artinya, lele yang dipanen nanti tak lagi memasarkan dalam bentuk ikannya saja, tetapi juga hasil pengolahan dalam bentuk kerupuk ikan atau lainnya setelah pengawetan,” kata Rektor.

Muliadin, seorang mahasiswa yang terlibat dalam budidaya lele ini menjelaskan sebagian hasil panen perdana ini sudah dipasarkan di Pasar Lamteuba dengan harga Rp 35 ribu per kilogram.

“Satu kilogram itu rata-rata empat sampai lima ekor, sedangkan jangka waktu pemeliharaan tiga bulan,” jelas Muliadin didampingi rekannya Wahyu, Alwi, dan Aldi.

 

Sementara itu, Wakil Rektor III, Bustamam Ali, menyebutkan saat ini Kampus Alam Unida, Lamteuba memiliki tiga prodi, yakni Ilmu Komunikasi, Administrasi Publik, dan Agroteknologi.

“Selain budidaya ikan, juga ada lahan pertanian, peternakan sapi, kambing dan ayam. Mahasiswa umumnya kuliah sambil bekerja sekaligus juga santri karena di lokasi ini juga sudah dibangun Dayah Iskandarmuda,” kata Bustamam Ali.

Semua informasi ini juga sebagaimana dikutip Bustamam Ali dalam siaran pers dikirim kepada Serambinews.com, Kamis (14/12/2023). (*)

Unida lakukan Pengabdian di SDN Lamteungoh, Aceh Besar

Dalam rangka implementasi Tridharma Perguruan tinggi berupa pengabdian masyarakat, Universitas Iskandarmuda Banda Aceh selenggarakan pengabdian di SD Negeri Lamteungoh, Aceh Besar dalam sepekan ini. Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan Universitas Iskandar Muda berupa pengolahan sampah atau daur ulang menjadi barang bermanfaat mendapatkan apresiasi dari pihak Sekolah maupun masyarakat Lamteungoh, Aceh Besar.

Nurmawati, S.Pd., Kepala SD Negeri Lamteungoh menyambut positif dan menyampaikan penghargaan untuk Unida atas pengabdian terhadap sekolah yang dipimpinnya. Praktek pengolahan sampah menjadi sesuatu yang baru dan bermakna bagi SD Negeri Lamteungoh,termasuk masyarakat setempat. Terutama ketrampilan dalam pengolahan sampah berupa linbah organik dan anorganik untuk menjadi barang berguna seperti semencor, ujarnya.

Tim pelaksana program kegiatan pengabdian masyarakat diketuai Amir Mukhlis, S.Pd., M.T., dosen Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik (FT), Unida Beranggotakan dosen Fita Nelyza, S.Pd., M.Pd. dan Ruslaini, S.Pd., M.Pd. yang keduanya berasal dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Unida. Selain itu juga, tim ini melibatkan mahasiswa.

Amir Mukhlis, S.Pd., M.T. selaku ketua tim menuturkan bahwa pada penyelenggaraan program kegiatan ini merupakan pengabdian kepada masyarakat pada skema Pengabdian Masyarakat Pemula (PMP) pada Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Republik Indonesia. Ketua tim berharap melalui program kegiatan ini dapat memberikan kontribusi bagi dunia pendidikan, khususnya di Kabupaten Aceh Besar,paparnya.

Sementara itu Rektor Unida Prof.Dr Syafei Ibrahim kepada Aceh Standard, menyambut baik aksi pengabdian Dosen yang merupakan implementasi dari tuntutan tridharma perguruan tinggi.
Hal ini perlu dilanjutkan oleh dosen yang lain dengan lokasi dan materi yang berbeda dan berguna bagi sekolah dan masyarakat.ujar Prof Syafei Ibrahim yang didampingi warek III Dr.Bustamam Ali.

Unida Berhasil Mengolah Sampah di Aceh Besar

BANDA ACEH, Tim pelaksana pengabdian masyarakat Unida diketuai Ruslaini, MPd, dosen dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), berhasil melakukan pengabdiannya dengan mengolah sampah menjadi barang bermanfaat bagi masyarakat di Aceh Besar, Selasa (5/12/2033).

Menurut Ruslaini, timnya berangotakan Ella Frisella SP, MSc, dari Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian (FP), dan Amir Mukhlis SPd, MT dari Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik (FT).

Ketiga dosen tersebut menggunakan kepakaran sesuai bidang ilmunya dalam mengolah limbah.

Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat, dosen Universitas Iskandar Muda, Banda Aceh, telah berhasil mengolah sampah menjadi benda yang bermanfaat.

“Sampah yang berhasil diolah ini adalah sampah organik dan sampah anorganik.

Untuk sampah organik berhasil diolah menjadi pupuk organik padat (POD). Sedangkan untuk sampah anorganik berhasil diolah menjadi kerajinan tangan dan campuran beton tahan gempa.

Program kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini didukung oleh pihak mitra dari Madrasah Aliyah Swasta Darul Hikmah yang dipimpin oleh Fadhil, SPd.I, MPd.

Mitra pengabdian kepada masyarakat ini memiliki kampus yang berlokasi di Gampng Kajhu, Kecamatan Baitussalam, Kabupaten Aceh Besar.

Selanjutnya, Fadhil, SPd.I, MPd, mengungkapkan bahwa dengan dilaksanakan program kegiatan tersebut, maka memberikan manfaat bagi sekolah yang dipimpinnya sehingga kuantitas limbah yang ada di lembaganya dapat direduksi dan tidak lagi memberikan dampak negatif bagi lingkungan.